Apa Saja Pegunungan di Pulau Sumatra?

Pulau Sumatra adalah salah satu pulau terbesar di Indonesia, yang terletak di sebelah barat daya negara ini.

Pulau ini memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, salah satunya adalah keberadaan pegunungan yang menjulang tinggi dan mempesona.

Pegunungan di Pulau Sumatra memiliki keindahan yang sangat memukau, dari puncak gunung yang curam hingga lembah yang indah dan luas.

Pegunungan ini juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai macam flora dan fauna yang khas, beberapa di antaranya bahkan hanya bisa ditemukan di wilayah tertentu di Sumatra.

Pegunungan di Pulau Sumatra juga menjadi destinasi wisata favorit bagi para pendaki dan pecinta alam, yang ingin mengeksplorasi keindahan alam yang masih alami dan memukau.

Dari pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari ujung utara hingga selatan Sumatra, hingga pegunungan Kerinci yang memiliki puncak tertinggi di Sumatra, setiap pegunungan memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam tentang keindahan dan keunikan pegunungan di Pulau Sumatra.

  1. Pegunungan BukitĀ  Barisan

Bukit Barisan adalah rangkaian pegunungan yang membentang dari ujung utara hingga selatan Pulau Sumatra.

Pegunungan ini membentuk tulang punggung pulau Sumatra dan memiliki banyak puncak gunung yang menjulang tinggi dan curam, serta lembah yang dalam dan luas.

Bukit Barisan memiliki panjang sekitar 1.700 km dan lebar rata-rata sekitar 100 km, membentuk sebuah garis pegunungan yang indah dan memukau.

Di Bukit Barisan terdapat beberapa gunung yang terkenal dan menarik untuk didaki, di antaranya adalah Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, Gunung Sibayak dengan ketinggian 2.212 meter, dan Gunung Merbabu dengan ketinggian 3.145 meter.

Selain itu, Bukit Barisan juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa suku asli yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka, seperti suku Batak, suku Minangkabau, dan suku Lampung.

Bukit Barisan juga memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, karena menjadi habitat bagi berbagai macam flora dan fauna yang khas.

Di sini terdapat hutan hujan tropis yang lebat dan luas, yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai macam spesies tumbuhan seperti pohon meranti, merbau, dan ramin. Selain itu, Bukit Barisan juga menjadi habitat bagi berbagai macam satwa liar, seperti orangutan Sumatra, harimau Sumatra, badak Sumatra, gajah Sumatra, dan banyak lagi.

Bukit Barisan juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Pulau Sumatra, karena menjadi daerah tangkapan air dan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Namun, sayangnya eksploitasi hutan yang tidak terkendali dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan kerusakan lingkungan di daerah ini.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi dan pelestarian lingkungan di Bukit Barisan agar keindahan dan keanekaragaman hayati yang ada di sana dapat terjaga untuk generasi selanjutnya.

  1. Pegunungan Leuser

Pegunungan Leuser adalah rangkaian pegunungan yang terletak di provinsi Aceh dan Sumatra Utara, Indonesia.

Pegunungan ini membentang sepanjang sekitar 340 km dan memiliki ketinggian yang bervariasi dari 600 hingga 3.381 meter di atas permukaan laut.

Pegunungan Leuser menjadi tempat yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati dan kehidupan manusia di sekitarnya.

Di Pegunungan Leuser terdapat taman nasional yang bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGl), yang merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia.

TNGl memiliki luas sekitar 1,094,692 hektar dan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk beberapa spesies langka dan terancam punah seperti orangutan Sumatra, harimau Sumatra, gajah Sumatra, dan banyak lagi.

Selain itu, TNGl juga memiliki beberapa puncak gunung yang menarik untuk didaki, seperti Gunung Leuser dengan ketinggian 3.119 meter, dan Gunung Kemiri dengan ketinggian 2.938 meter.

Pegunungan Leuser juga memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air yang memasok air bersih untuk masyarakat di sekitarnya.

Pegunungan ini juga menjadi daerah pertanian yang subur, di mana banyak petani di sekitar Pegunungan Leuser menggantungkan hidup mereka dari hasil pertanian seperti kopi, kelapa sawit, sayuran, dan buah-buahan.

  1. Pegunungan Bukit Barisan Selatan

Pegunungan Bukit Barisan Selatan terletak di sepanjang bagian selatan Pulau Sumatra, dengan panjang mencapai sekitar 1.700 km dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Lampung Utara.

Pegunungan ini terbentang dari barat ke timur dan membentuk barisan pegunungan yang terjal dengan ketinggian mencapai 3.000 meter di atas permukaan laut.

Pegunungan Bukit Barisan Selatan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, karena daerah ini merupakan habitat bagi berbagai macam flora dan fauna langka dan endemik, termasuk beberapa spesies yang terancam punah.

Salah satu spesies satwa yang menjadi daya tarik di daerah ini adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), yang merupakan harimau terkecil di dunia dan hanya bisa ditemukan di pulau Sumatra.

Selain itu, juga terdapat orangutan sumatera, gajah sumatera, dan beberapa spesies kera ekor panjang.

Tak hanya keanekaragaman satwa, Pegunungan Bukit Barisan Selatan juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan, seperti air terjun, sungai, dan lembah yang hijau dan subur.

Kondisi alam yang masih asri dan belum terganggu oleh peradaban manusia membuat daerah ini menjadi objek wisata alam yang menarik.

  1. Pegunungan Kerinci

Pegunungan Kerinci merupakan gunung tertinggi di Sumatra, dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut.

Gunung Kerinci terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pegunungan Kerinci merupakan gunung api yang masih aktif dan telah meletus beberapa kali dalam sejarahnya.

Di sekitar gunung ini terdapat hutan-hutan tropis yang masih sangat asri, dan menjadi habitat bagi berbagai macam flora dan fauna langka, termasuk beberapa spesies satwa yang hanya bisa ditemukan di daerah tertentu di Indonesia.

Salah satu spesies satwa yang menjadi daya tarik di Pegunungan Kerinci adalah kera ekor panjang (Hylobates agilis), yang sering disebut sebagai siamang.

Kera ekor panjang ini merupakan primata terbesar di Asia Tenggara dan hidup di pohon-pohon di hutan Pegunungan Kerinci.

Selain itu, di daerah ini juga dapat ditemukan spesies burung langka seperti murai batu kerinci dan rangkong sumatera.

Pegunungan Kerinci juga menjadi tujuan para pendaki, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menaklukkan puncaknya yang menantang.

Terdapat beberapa jalur pendakian yang dapat ditempuh, di antaranya adalah jalur dari desa Kersik Tuo yang lebih banyak dilalui oleh pendaki lokal, serta jalur dari desa Kayu Aro yang lebih banyak dilalui oleh pendaki asing.

Satwa Endemik Pegunungan di Pulau Sumatra

Pegunungan di Pulau Sumatra merupakan salah satu tempat yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Daerah ini menjadi habitat bagi berbagai spesies satwa yang langka dan endemik, sehingga dianggap sebagai salah satu hot spot keanekaragaman hayati di dunia.

eberapa satwa yang dapat ditemukan di pegunungan Sumatra antara lain:

 

  • Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae): Merupakan spesies harimau terkecil di dunia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatra. Populasinya semakin menurun akibat perburuan dan kehilangan habitat.
  • Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus): Merupakan spesies gajah yang hidup di Pulau Sumatra. Populasinya semakin menurun akibat perburuan dan perusakan habitat.
  • Orangutan Sumatera (Pongo abelii): Merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Populasinya semakin menurun akibat perusakan habitat dan perdagangan satwa liar.
  • Kera ekor panjang (Macaca fascicularis): Merupakan spesies kera yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di pegunungan Sumatra.
  • Babi hutan (Sus scrofa): Merupakan spesies babi liar yang dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatra. Mereka memakan berbagai jenis buah-buahan dan biji-bijian yang ada di hutan.
  • Beruang madu (Helarctos malayanus): Merupakan spesies beruang kecil yang hidup di hutan-hutan Sumatra. Mereka memakan berbagai jenis buah-buahan dan madu.
  • Burung enggang (Rhinoplax vigil): Merupakan spesies burung yang hanya ditemukan di beberapa tempat di Indonesia, termasuk di pegunungan Sumatra.

Selain spesies-spesies di atas, masih banyak lagi satwa liar yang hidup di pegunungan Sumatra, seperti monyet ekor pendek, kucing hutan, trenggiling, dan masih banyak lagi.

Keanekaragaman satwa di pegunungan Sumatra menjadi sebuah aset yang sangat penting dan perlu dilindungi agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *